Kamis, 02 April 2015

Yahoo Dikabarkan Kurangi Karyawan di Indonesia

// // Leave a Comment
KOMPAS.com - Rencana Yahoo untuk memperkuat bisnisnya di pasar utamanya, yaitu Amerika Utara, nampaknya akan berbuah pahit bagi karyawan di Asia.

Sebuah sumber mengatakan kepada situs Tech Crunch (3/11/2014), bahwa Yahoo saat ini akan mengurangi tenaga penjualannya di wilayah Asia, salah satunya adalah Indonesia. 

Selain di Indonesia, karyawan Yahoo di Vietnam, Singapura, dan Malaysia juga akan mengalami pengurangan. 

Menurut sumber Tech Crunch yang tidak mau disebut namanya itu, jumlah karyawan Yahoo di Indonesia menjadi yang paling banyak yang akan dikurangi, mencapai 50 orang.

Sementara di Vietnam dan malaysia, jumlahnya masing-masing adalah 25 dan 15 orang. Sementara untuk di Singapura, walau belum ada kepastian berapa jumlah karyawan yang akan dipangkas, namun salah satu pimpinan penjualan senior di wilayah itu, yaitu Yvonne Chang yang menjabat sebagai Vice President of APAC Ad Sales telah mengundurkan diri.

Juru bicara Yahoo mengonfirmasi kepergian Chang dari jajaran petinggi Yahoo Asia Pascific itu, namun tidak mau berkomentar tentang pengurangan karyawan di Vietnam, Indonesia, dan Malaysia.

Menurut sumber yang sama, karyawan di Vietnam telah diberitahu bahwa kantor Yahoo akan ditutup pada kuartal tiga 2014. 

Sementara bagi karyawan di Indonesia dan Malaysia, sumber tersebut mengatakan bahwa Yahoo telah memberitahukan bahwa kantor mereka di dua negara itu akan ditutup pada Desember 2014.

Jika rumor yang beredar ini terbukti benar, bahwa Yahoo Indonesia akan ditutup pada akhir tahun 2014, tentunya hal itu bertentangan dengan kondisi yang terjadi di Indonesia, di mana saat ini banyak perusahaan teknologi yang sedang ingin berinvestasi di Tanah Air.

Terbukti dengan kehadiran pendiri Facebook, Mark Zuckerberg pada bulan lalu ke Indonesia, atau pendiri Path, Dave Morin pada November 2013. 

Di sisi lain, jumlah pengguna internet dan jejaring sosial di Indonesia tergolong banyak, tentunya hal itu akan menjadi pasar yang besar bagi perusahaan sekelas Yahoo.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Yahoo mengenai rumor yang beredar tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar